counters
Home / fakta puting payudara / Mungkinkah Seseorang Tidak Punya Puting Susu? Apa Penyebabnya?

Mungkinkah Seseorang Tidak Punya Puting Susu? Apa Penyebabnya?


Mungkin sebelumnya Anda sudah mendengar bahwa ada orang yang punya puting susu yang melesak ke dalam. Nah, bagaimana dengan yang tidak memiliki puting susu sama sekali? Ya, sebenarnya semua orang memiliki sepasang puting susu, baik pria maupun wanita. Lantas bagaimana dengan seseorang yang tidak punya puting susu?

Mau pria atau wanita, bisa saja tidak punya puting susu

Athelia adalah kondisi seseorang yang lahir dengan tanpa memiliki satu atau kedua puting. Meskipun athelia termasuk langka, tapi ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang dilahirkan dengan kondisi seperti sindrom Polandia dan displasi ektodermal.

Athelia terjadi bergantung pada kondisi yang menyebabkannya. Biasanya, orang dengan athelia, tidak punya puting dan aerola. Puting mungkin hilang pada satu atau kedua sisi tubuh.

Athelia berbeda dengan amastia dan amazia. Amastia adalah orang yang tidak memiliki payudara atau payudara yang tidak berkembang, sedangkan amazia adalah tidak adanya jaringan payudara tapi puting masih belum hilang. Namun, athelia mungkin saja terjadi bersamaan dengan amastia.

Seorang anak lebih mungkin dilahirkan dengan athelia jika salah satu orangtua memiliki kondisi yang menyebabkannya. Sindrom Poland lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan, tetapi displasia ektodermal dapat memengaruhi pria maupun wanita.

Apa yang menyebabkan puting tidak ada?

Orang yang tidak memiliki puting susu bisa disebabkan oleh kondisi seperti sindrom Poland dan displasia ektodermal.

Sindrom Poland

Sindrom Poland memengaruhi sekitar 1 dari setiap 20.000 bayi baru lahir. Orang dengan sindrom Poland dapat lahir tanpa seluruh payudara, puting, dan aerola di satu sisi.

Peneliti tidak tahu persis apa yang menyebabkan sindrom ini. Namun, ini kemungkinan disebabkan oleh masalah aliran darah di dalam rahim selama minggu keenam kehamilan. Sindrom Poland jarang disebabkan oleh perubahan gen yang diturunkan melalui keluarga

Sindrom Poland dapat memengaruhi arteri yang menyediakan darah ke dada bayi yang sedang berkembang. Diperkirakan bahwa kurangnya darah dapat mengakibatkan dada tidak berkembang secara normal.

Anak yang dilahirkan dengan kondisi ini biasanya tidak memiliki atau tidak berkembang otot dada yang sering disebut sebagai pectoralis mayor. Dimana otot pectoralis mayor ini merupakan tempat otot-otot payudara menempel. Jadi mengakibatkan kondisi tidak adanya payudara (amastia) dan tidak memiliki puting susu yang sering disebut athelia.

Gejala lain dari sindrom Polandia meliputi:

  • Kehilangan rusuk atau kurang berkembang di satu sisi tubuh
  • Payudara atau puting susu yang hilang atau kurang berkembang di satu sisi tubuh
  • Jari-jari berselaput di satu tangan (cutaneous syndactyly)
  • Tulang pendek di lengan bawah
  • Sedikitnya rambut yang tumbuh di ketiak

Dalam kasus yang jarang terjadi, anak perempuan dengan sindrom Poland dapat mengalami amastia.

Displasia ektodermal

Displasia ektodermal adalah sekelompok sindrom genetik yang berbeda. Sindrom ini memengaruhi perkembangan kulit, gigi, rambut, kuku, kelenjar keringat, dan bagian lain dari tubuh. Semua itu berasal dari lapisan ektoderm yaitu lapisan dalam perkembangan embrio awal. Kondisi ini terjadi ketika lapisan ektoderm tidak berkembang dengan baik.

Orang dengan displasia ektodermal mungkin mengalami gejala seperti:

  • Rambut tipis.
  • Perkembangan gigi yang abnormal.
  • Tidak bisa berkeringat (hypohidrosis).
  • Gangguan penglihatan atau pendengaran.
  • Jari tangan atau kaki yang hilang atau kurang berkembang.
  • Adanya celah pada bibir atau langit-langit mulut.
  • Warna kulit yang tidak biasa.
  • Kuku tipis, rapuh, pecah-pecah.
  • Perkembangan payudara yang tidak sempurna.
  • Sulit bernapas.

Mutasi genetik menyebabkan displasia ektodermal. Gen-gen ini dapat berpindah dari orang tua ke anak-anak atau dapat bermutasi (berubah) ketika bayi dalam kandungan.

Penyebab lainnya

Penyebab lain seseorang tidak punya puting susu termasuk:

  • Sindrom Progeria. Kondisi ini menyebabkan orang menjadi tua dengan sangat cepat.
  • Sindrom Yunis Varon. Kondisi bawaan langka memengaruhi wajah, dada, dan bagian tubuh lainnya.
  • Scalp-ear-nipple syndrome. Kondisi ini menyebabkan bercak tanpa rambut terbentuk di kulit kepala, telinga yang tidak berkembang, dan puting atau payudara yang hilang di kedua sisi.
  • Sindrom Al-Awadi-Rass-Rothschild. Kondisi genetik yang langka dan diwariskan, terjadi ketika tulang dibentuk tidak sempurna.

Adakah komplikasi yang mungkin terjadi jika tidak punya puting susu?

Kurangnya puting susu sendiri tidak menyebabkan komplikasi. Namun, beberapa kondisi yang menyebabkan athelia dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sebagai contoh, sindrom Poland yang parah dapat memengaruhi paru-paru, ginjal, dan organ lainnya.

Jika Anda tidak punya puting susu di satu atau kedua sisi payudara, Anda akan kesulitan untuk menyusui bayi Anda.

Apakah perawatan untuk athelia?

Anda tidak perlu mengobati athelia kecuali penampilan puting yang hilang ini mengganggu Anda.

Jika Anda kehilangan seluruh payudara, Anda bisa menjalani operasi rekonstruksi menggunakan jaringan dari perut, bokong, atau punggung. Puting dan areola kemudian dapat dibuat selama prosedur lain. Untuk membuat puting, dokter bedah Anda akan membentuk lipatan jaringan ke dalam bentuk yang benar.

Bila diinginkan, Anda dapat melanjutkan untuk memiliki tato bentuk areola pada kulit Anda. Prosedur tato 3-D yang baru menggunakan jarum bersosialisasi yang dilapisi pigmen untuk menciptakan puting tiga dimensi yang lebih realistis.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Munculnya bintik atau bercak putih di puting susu mungkin akan membuat Anda khawatir. Terkadang bintik-bintik …

%d bloggers like this: