counters
Home / berjerawat / Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Bisul dan Jerawat yang Sebenarnya

Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Bisul dan Jerawat yang Sebenarnya

Loading...

Jerawat dan bisul bisa terlihat sangat mirip. Terutama, jika keduanya sama-sama tidak memiliki “mata”, bagian putih yang terlihat di atasnya. Keduanya sama-sama terlihat memerah dan benjolannya terasa menyakitkan. Padahal jerawat dan bisul beda penyebab dan perawatannya. Jika awalnya saja sudah sulit membedakan keduanya, Anda bisa jadi memilih perawatan yang kurang tepat. Nah sebelum menanganinya, pastikan dulu perbedaan bisul dan jerawat di bawah ini.

Apa itu bisul?

Bisul disebut juga dengan furunkel yang muncul akibat ada bagian dari folikel rambut yang terinfeksi. Seringnya, infeksi ini disebabkan dengan bakteri staphylococcus. Bakteri ini akan memicu terjadinya pembengkakan yang menyakitkan. Secara perlahan bisul akan terisi dengan nanah sehingga ukuran bisul membesar.

Beberapa bisul juga bisa tumbuh mengumpul membentuk pertumbuhan dan membesar yang disebut karbunkel. Karbunkel ini adalah infeksi parah yang berkembang dari sebuah bisul.

Karbunkel lebih menyakitkan dibandingkan bisul dan dapat meninggalkan bekas luka yang permanen. Karbunkel juga kadang-kadang menyebabkan gejala mirip flu, seperti demam, menggigil, serta kelelahan.

Apa itu jerawat?

Jerawat adalah kondisi di mana pori-pori kulit tersumbat. Pori-pori adalah lubang kecil yang menyalurkan keluarnya minyak untuk menjaga kulit tetap lembab.

Sumbatan ini seringnya disebabkan oleh kelebihan produksi minyak oleh kelenjar minyak di kulit serta adanya penumpukan sel kulit mati. Terkadang, kehadiran bakteri propionil bacterium acnes masuk ke kulit dan membuat jerawat jadi kemerahan, sakit dan iritasi.

Orang-orang seringnya mengalami banyak jerawat selama masa pubertas, yakni ketika tubuh membuat lebih banyak hormon yang bisa meningkatkan produksi minyak hingga berlebihan.

Jerawat bisa muncul dalam berbagai macam bentuk, mulai dari whiteheads, blackhead, dan papula. Beberapa jerawat juga berisi nanah sehingga terlihat sangat mirip dengan bisul yang juga menimbulkan rasa sakit.

Lalu, apa perbedaan bisul dan jerawat?

Penampilan

Perbedaan bisul dan jerawat terutama saat baru mulai terbentuk sebenarnya memang terlihat sangat mirip. Baik bisul dan jerawat akan terlihat memerah dan berbentuk benjolan. Namun, seiring waktu, pertumbuhan bisul akan jadi jauh lebih besar dari jerawat.

Bisul akan timbul dari ukuran kecil seperti sebesar penghapus yang menempel di pensil, dan selanjutnya akan tumbuh hingga besar. Jika jerawat Anda sangat besar, kemungkinan besar itu adalah bisul bukan jerawat.

Meskipun keduanya terlihat seperti benjolan, perbedaan bisul dan jerawat lainnya adalah beberapa bisul seringnya terlihat seperti membengkak sedangkan jerawat tidak.

Lokasi

Jerawat seringnya muncul di wajah, dada, atau punggung. Sebab, lokasi-lokasi itu adalah tempat kelenjar minyak sangat aktif dan bisa menyumbat pori-pori.

Sedangkan, seringnya bisul timbul di area mana Anda sering berkeringat atau di area tubuh yang sering bergesekan dengan pakaian. Contohnya di bagian ketiak, selangkangan, pantat, atau paha. Namun keduanya sama-sama bisa muncul di leher atau di hidung dan sekitar hidung.

Perawatan

Penyebabnya saja sudah berbeda, maka bisul dan jerawat pun memiliki perawatan yang berbeda.

Dilansir dalam laman Medical News Today, bisul dapat ditangani dengan menaruh kompres hangat  di atasnya sehingga bisa membantu mengurangi rasa sakit dan dapat mendorong bisul untuk cepat mengering.

Obat penghilang nyeri tanpa resep seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen juga dapat membantu mengurangi nyeri dari timbulnya bisul yang menyakitkan.

Jika ditangani dengan dokter, biasanya dokter memberikan salep antibiotik yang dirancang untuk melawan bakteri di dalam bisul. Atau mungkin diresepkan antibiotik oral untuk mencegah infeksinya menyebar ke aliran darah.

Sedangkan berbeda dengan perawatan untuk jerawat. Perawatan untuk jerawat meliputi:

  • Mencuci muka 2 kali sehari dengan air bersih dan pembersih wajah yang cocok di kulit.
  • Menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau asam salisilat, untuk mengurangi minyak dan penumpukan sel-sel kulit mati di pori-pori.
  • Mengaplikasikan pelembab untuk melembabkan kulit kering yang ditimbulkan akibat perawatan jerawat yang sedang digunakan.
  • Mengeksfoliasi kulit 1-2 kali dalam seminggu dengan scrub lembut untuk mengikis sel-sel kulit mati.
  • Hindari memencet jerawat sebab dapat menimbulkan jaringan parut di kulit.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

Menyingkap 4 Efek Alkohol Pada Fungsi Otak Manusia

Minuman beralkohol merupakan jenis minuman yang mengandung bahan aktif alkohol. Alkohol sendiri adalah hasil fermentasi …

%d bloggers like this: