counters
Home / fleksibilitas / Manfaat, Gerakan, dan Tips Latihannya

Manfaat, Gerakan, dan Tips Latihannya

Loading...

Olahraga pilates bukan hanya cocok untuk orang dewasa, anak-anak pun bisa mendapatkan banyak manfaat dari olahraga ini. Namun, ada perbedaan dalam cara mengajari anak melakukan pilates dengan mengajari orang dewasa. Selain itu, ada juga beberapa gerakan pilates yang disarankan untuk anak-anak sehingga bisa Anda lakukan di rumah. Sudah tahu manfaat sampai olahraga pilates khususnya untuk anak? Yuk, cari tahu selengkapnya di bawah ini.

Manfaat olahraga pilates untuk anak

1. Meningkatkan kelenturan

Usia anak-anak adalah waktu yang paling tepat untuk meningkatkan kelenturan tubuh. Pose dalam pilates dapat membantu menjaga otot dan tendon anak agar lebih aktif. Anak pun akan memiliki Range of Motion (ROM) atau jangkauan gerakan yang lebih luas.

Anak-anak yang memiliki kelenturan yang baik akan jauh lebih sehat. Selain itu, anak-anak yang memiliki ROM lebih luas memiliki risiko nyeri otot dan cedera lebih rendah serta mengembangkan kemampuan koordinasi lebih baik.

2. Meningkatkan konsentrasi

Saat melakukan gerakan pilates, anak butuh konsentrasi yang tinggi pada bagian tubuhnya yang sedang digerakkan. Latihan ini akan membantu anak Anda untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasinya sehingga efektifitas kerja anak juga lebih baik dalam menjalankan suatu aktivitas. Anak menjadi lebih mudah fokus.

Tak cuma itu, anak juga belajar untuk mengikuti instruksi yang diberikan orangtua atau pelatih pilatesnya. Misalnya menekuk lutut, menundukkan kepala, atau berdiri tegak. Tentu butuh konsentrasi yang baik untuk memahami dan mempraktikkan instruksi-instruksi tersebut.

3. Membantu memperkuat otot

Gerakan terkontrol olahraga pilates dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat otot inti tubuh. Otot inti terdiri dari otot perut bagian dalam dan otot-otot yang paling dekat dengan tulang belakang. Otot inti yang kuat pada anak bisa membantu menstabilkan koordinasi tubuh sehingga ini memudahkan anak melakukan aktivitas fisik lainnya.

4. Membetulkan postur tubuh

Anak-anak belakangan ini sering terpaku pada televisi, layar komputer, atau gadget lainnya selama berjam-jam sambil duduk (atau tiduran). Jika dibiarkan terus, kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada postur tubuh mereka, misalnya punggung yang tidak lurus.

Sementara itu, anak-anak yang melakukan pilates secara teratur memiliki postur yang lebih baik sehingga tubuh mereka lebih tahan terhadap cedera.

Tips mengajarkan pilates pada anak

Agar anak tidak mudah bosan atau rewel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua atau instruktur pilates untuk anak. Ini dia tips-tipsnya.

1. Jangan lupa bersenang-senang

Melatih anak-anak dan orang dewasa tentunya dilakukan dengan cara yang berbeda. Anak-anak menyukai sesuatu yang menyenangkan. Jadi pastikan segala instruksi diberikan dengan kata-kata yang mudah dipahami. Anda juga bisa melatih anak sambil bercanda atau bermain supaya si kecil tetap antusias saat melakukan olahraga pilates.

2. Anak harus tetap nyaman

Berikan anak Anda pakaian yang sesuai untuk melakukan olahraga pilates seperti celana ketat panjang atau celana pendek, dengan atasan kaus yang menyerap keringat. Jika anak mengeluh sakit atau tidak nyaman, Anda sebaiknya berhenti.

3. Ceritakan tentang manfaatnya

Selama membantu anak melakukan gerakan-gerakan senam pilates, coba untuk ceritakan manfaat yang akan dia dapatkan dari pilates. Ceritakan bahwa tubuhnya akan menjadi lebih kuat dan lentur, sehingga ia pun jadi sehat dan bugar.

Gerakan olahraga pilates untuk anak

1. Hundred pose

pilates untuk anak
Sumber: Epic Health Services

Cara melakukannya:

  • Anak berbaring di atas matras dengan lutut di tekuk dan telapak kaki menapak di lantai.
  • Letakkan posisi tangan di samping perut.
  • Jaga tangan tetap sejajar dengan perut.
  • Minta kaki anak Anda untuk lurus, dan Anda masukan bola di bawah kakinya. Minta anak Anda untuk menahan bola tetap di bawah kakinya.
  • Kemudian angkat kepala dan bahu lebih tinggi dari lantai, lalu turunkan kembali.
  • Minta anak untuk tarik napas dan buang napas selama 5 detik di setiap gerakan.

2. Plank

Caranya:

  • Posisi badan seperti permulaan push-up, dengan kaki yang dibuka selebar bahu.
  • Leher mengarah ke bawah.
  • Tangan lurus ke lantai menahan bobot tubuh.

Lakukan gerakan plank dengan menahan hingga 10 detik. Atau untuk memberikan suasana menyenangkan, adakan lomba kecil-kecilan siapa yang bisa melakukan plank paling lama. Untuk memvariasi gerakan, posisi telapak tangan yang menyentuh lantai bisa diganti dengan posisi siku yang menyentuh lantai.

Selain itu, jika Anda memiliki bola untuk olahraga, Anda bisa menyelipkan bola tersebut ke bawah kaki anak.

3. Single Leg Stretch

pilates leg stretch
Sumber: Pro Pilates

Caranya:

  • Anak berbaring di atas matras dengan posisi tubuh lurus.
  • Kemudian pindahkan salah satu lutut dengan tangan ke arah dada sambil menghirup napas.
  • Saat mengembalikan lutut lurus, buang napas.
  • Kemudian bergantian dengan kaki sisi lainnya ditarik ke arah dada sambil menghirup napas. Kemudian luruskan lagi kaki sambil membuang napas.
  • Ulangi gerakan ini masing-masing 6-8 kali setiap kaki.

4. Tick Tock Side Bech

Cranya:

  • Anak duduk tegak hingga tulang punggung lurus di atas bangku atau lantai yang rata.
  • Gerakan kuping kanan mendekat ke arah bahu, sambil gerakan tangan kiri ke arah kanan lewat atas kepala untuk meregangkan sisi tubuh bagian kiri termasuk tulang rusuk bagian kiri.
  • Saat membungkuk ke samping kanan, minta anak untuk membuang napas.
  • Lalu kembali ke posisi awal duduk tegak sambil menarik napas.
  • Lanjutkan membungkukkan tubuh ke samping kiri sambil membuang napas.
  • Ulangi hingga 4-6 kali gerakan membungkuk ke samping  untuk setiap sisinya.
  • Setelah itu, minta anak untuk memutar tubuh ke kanan sambil melihat ke arah bahu kanan yang diputar
  • Tarik napas setiap anak memutar tubuhnya, dan hembuskan napas saat anak kembali ke posisi awalnya.
  • Ulangi gerakan yang sama ke sisi kiri. Ulangi hingga 4-6 kali untuk setiap sisinya.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

Bolehkah Orang Dengan Tekanan Darah Rendah Berpuasa?

Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah tekanan darah dibawah 90/60 mmHg, yang membuat aliran darah …

%d bloggers like this: