counters
Home / gendongan bayi / Tips Jitu Memilih Gendongan Bayi yang Nyaman dan Aman

Tips Jitu Memilih Gendongan Bayi yang Nyaman dan Aman

Loading...

Menggendong bayi dengan tangan bisa sangat merepotkan ketika Anda harus mengerjakan banyak hal penting bersamaan. Jika dipaksakan, bukan hanya Anda yang bisa berisiko cedera, tapi bayi Anda juga. Di sinilah keberadaan gendongan bayi bisa sangat bermanfaat. Simak tips berikut untuk membantu Anda memilih gendongan bayi yang tepat, nyaman, dan aman.

Tips memilih gendongan bayi yang nyaman dan aman

Dilansir dari Baby Center, penelitian melaporkan bahwa memakai gendongan bisa menenangkan bayi yang rewel, menurunkan risiko ibu depresi setelah melahirkan, dan membangun ikatan batin yang erat antara orangtua dan anak.

1. Pilih tipe gendongan yang sesuai

Ada banyak tipe gendongan yang tersedia. Anda bebas memilih tipe yang mana dan nyaman untuk Anda dan juga si bayi.

Kain gendongan

                                                 Kain gendongan bayi (sumber: wirecutter.com)

Kain gendongan bayi biasanya berupa selembar kain panjang yang dililitkan pada kedua bahu, atau diselempang pada salah satunya sebagai variasi (gambar bawah).

                                                          gendongan bayi model selempang

Gendongan kain bisa memudahkan ibu untuk menyusui atau menyuapi makan bayi. Namun bagi kebanyakan orang, cara pemakaiannya cukup rumit dan ikatannya bisa mengendur sewaktu-waktu. Ini membuat kain gendongan harus ditata ulang dan dikuatkan kembali berulang kali saat beraktivitas.

Gendongan bayi model selempang adalah alternatif yang lebih ringkas karena kemantapan gendongan bisa disesuaikan dengan menarik ujung kain yang melewati simpul di dekat bahu. Namun, gendongan selempang umumnya tidak ideal digunakan untuk ibu yang memiliki tubuh kecil dan ketika berat bayi sudah mencapai 10-15 kg. Lama-lama, menggendong menyamping bisa merusak postur tubuh ibu.

Mei-tai

Gendongan bayi mei-tai (sumber: parenting.com)

Gendongan ini serupa dengan ransel punggung yang digunakan di depan dengan dudukan untuk bayi supaya menghadap bagian depan tubuh si penggendong. Sekilas, gendongan mei-tai mirip seperti kantong kangguru.

Penggunaan gendongan lebih praktis dan kokoh daripada hanya dengan kain karena diamankan oleh kaitan di belakangnya.

Ransel gendong

Gendongan ransel bayi (sumber: strollergy.com)

Kebalikan dari mei-tai, gendongan ini benar-benar selayaknya Anda sedang memakai tas ransel punggung. Anda akan menggendong bayi Anda di belakang. Jenis gendongan bayi ini hanya cocok untuk balita, bukan untuk bayi yang masih kecil.

2. Coba dulu

Ketika Anda sudah memilih gendongan bayi yang tepat sesuai kebutuhan, cobalah dulu di toko sebelum membelinya. Pastikan Anda benar-benar nyaman saat menggendong si kecil dan postur Anda mantap saat berdiri, berjalan, bergerak, maupun saat duduk memakai gendongan tersebut. Jika memang menyulitkan Anda, pilih gendongan lain lebih mudah dipakai dan bayi juga mudah dipindahkan dari gendongan.

Jika Anda akan membeli mei-tai atau gendongan ransel, pilih yang menyediakan tali penyangga lebar, lembut, dan kuat supaya tidak cepat putus. Sesuaikan juga ukuran gendongan dan panjang talinya dengan tinggi badan Anda agar tidak terlalu longgar atau sesak.

Kemudian, pastikan gendongan bayi itu memiliki bantalan kepala yang dapat menompang kepala dan leher bayi. Jangan lupa untuk mengecek kekokohan dudukan dan besarnya lubang kaki agar tidak menyebabkan lecet pada paha bayi. Jangan lupa juga untuk memilih bahan yang tidak terlalu panas dan mudah untuk dicuci.

3. Cara gendongnya

Setelah memilih gendongan bayi yang Anda rasa tepat, pastikan cara Anda menggendong bayi juga benar. Pastikan tidak terlalu kencang mengikat tali atau kainnya, bagian wajah bayi juga harus tetap terlihat supaya ia bisa bernapas dengan lega, dan rutin memeriksa kulitnya bila anak memiliki biang keringat.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

Meningitis Pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Meningitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges). Bayi dan balita adalah kelompok …

%d bloggers like this: