counters
Home / Hidup Sehat / 5 Solusi untuk Redakan Rasa Kecewa Akibat Tidak Dicintai Pasangan

5 Solusi untuk Redakan Rasa Kecewa Akibat Tidak Dicintai Pasangan

Loading...

Semakin lama usia pernikahan Anda dan pasangan, semakin banyak pula rintangan yang menghadang. Tidak peduli seberapa banyak hal yang sudah dilakukan bersama, Anda mungkin pernah merasa tidak dicintai oleh pasangan. Entah karena sama-sama terlalu sibuk, hingga akhirnya waktu yang Anda miliki bersama pasangan tidak lagi berkualitas. Hal ini yang kemudian membuat Anda merasa terabaikan dan tidak dicintai oleh pasangan. Meski sebenarnya, Anda tahu bahwa pasangan masih tetap seperti dulu. Lantas, bagaimana mengatasi perasaan yang mengganjal ini?

Berbagai cara agar berdamai dengan perasaan tidak dicintai oleh pasangan

1. Menyerah bukan cara terbaik

Wajar bila timbul rasa sedih, marah, atau kecewa saat pasangan tak lagi perhatian dengan Anda. Namun ketimbang langsung menyerah pada keadaan, Anda perlu tahu dulu mengapa Anda merasa tidak dicintai oleh pasangan. Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda memang sedang tidak dicintai atau hanya merasa tidak dicintai oleh pasangan.

Terkadang perasaan ini muncul akibat Anda dan pasangan sudah terlampau lama sibuk dengan urusan masing-masing dan tak lagi punya waktu untuk berdua saja. Jadi, sebaiknya perbaiki cara komunikasi Anda dengan pasangan, rancang jadwal untuk menghabiskan waktu yang berkualitas dengannya.

Ingat, kunci dari pernikahan yang sehat adalah komunikasi yang baik. Jadi, ketimbang balas dendam dengan balik tidak mencintai pasangan, lebih baik mintalah bantuan orang terdekat atau pihak keluarga untuk membantu menyelesaikan masalah.

Pasalnya, bisa jadi ini hanyalah sebatas salah paham dan perasaan Anda saja karena membanding-bandingkan kehidupan asmara Anda dengan orang lain.

2.  Tetap setia pada pasangan

Mungkin Anda merasa terabaikan dan tidak dicintai, tapi jangan jadikan hal ini alasan untuk mencari pelarian lain yang justru akan membuat kehidupan rumah tangga semakin tak harmonis.

Tetaplah setia dan diskusikan secara perlahan dengan pasangan Anda. Buatlah pasangan Anda tahu bahwa Anda ingin kehidupan rumah tangga berjalan seperti sedia kala. Dengan begitu, pasangan Anda akan kian melunak dan perlahan berbalik memahami perasaan Anda.

3. Tunjukkan perhatian

Perubahan apapun yang terjadi dalam rumah tangga pastinya akan dirasakan oleh siapapun yang ada di dalamnya, termasuk anak-anak Anda. Ya, anak-anak dapat merasakan ketika ada sesuatu yang janggal dalam hubungan ayah dan ibunya.

Anak-anak memiliki intuisi yang lebih peka daripada orang dewasa. Ini sebabnya, mereka bisa merasakan ketika hubungan ayah dan ibunya merenggang. Oleh karena itu, terus tunjukkan perhatian Anda pada pasangan seperti biasanya, terlebih di depan anak-anak.

Dengan demikian, secara tidak langsung Anda mengajarkan kepada anak-anak Anda bahwa salah satu bentuk cinta adalah perhatian yang terus mengalir, tidak peduli seberapa besar masalah yang sedang dihadapi.

4. Konsultasi dengan konselor pernikahan

kebiasaan yang merusak pernikahan

Berusahalah untuk tetap tenang dan seperti biasa jika di depan anak-anak. Meskipun memang Anda sedang kecewa pada pasangan, tapi kondisi ini akan berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak. Bahkan beberapa anak akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres, depresi, hingga penurunan prestasi akademik karena ikut terbawa suasana kurang baik di rumah.

Hal ini tentu bukan masalah sepele, sebab perasaan Anda ini sudah memengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Mau tidak mau, Anda dan pasangan harus kembali bekerja sama untuk mempertahankan pernikahan demi anak-anak. Sebab, runtuhnya pernikahan justru lebih menyakitkan bagi anak-anak ketimbang pada sisi istri maupun suami.

Oleh karena itu, cobalah untuk pergi ke konselor pernikahan untuk mendiskusikan masalah Anda dan pasangan. Anda berdua bisa saling mengutarakan penyebab dan keinginan masing-masing dalam rumah tangga.

Berikan ruang pada pasangan Anda untuk ikut berbicara dan menanggapi. Ini diharapkan dapat menyelamatkan rumah tangga Anda dari ancaman perpisahan.

5. Ingat, tidak semua orang punya prioritas yang sama

Setiap orang tentu memiliki deretan prioritas yang berbeda dalam hidupnya, bahkan suami-istri pun bisa memiliki daftar yang berbeda. Misalnya saja, pasangan lebih mementingkan pekerjaan, sebaliknya Anda lebih suka menghabiskan waktu dengan keluarga.

Tentu hal-hal dasar seperti ini harus dibicarakan berdua dari awal pernikahan. Pasalnya, hal ini akan memengaruhi hidup Anda dan pasangan. Bicarakan dengannya dan sepakati apa saja hal yang harus diprioritaskan berdua.

Bila Anda dan pasangan sudah memiliki daftar prioritas yang sama, maka hubungan pernikahan akan lebih mudah dijalani. Dengan begitu rasa terabaikan dan tidak dicintai pasangan juga bisa memudar seiiring berjalannya waktu.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

Waspada Berlebihan Akan Potensi Bahaya, Tanda Hypervigilance

Setiap orang sepatutnya harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar untuk mengantisipasi potensi bahaya. Meski begitu, …