counters
Home / Fakta Unik / Beda Cara Kerjanya, Beda Pula Manfaat yang Dirasakan

Beda Cara Kerjanya, Beda Pula Manfaat yang Dirasakan

Loading...

Vaksinasi atau imunisasi diperlukan untuk mencegah berbagai macam penyakit menular dengan membangun kekebalan tubuh. Vaksin itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu vaksin suntik dan yang berupa cairan untuk diteteskan langsung ke dalam mulut (vaksin oral). Lantas, tahukah Anda apa bedanya vaksin suntik dan vaksin tetes? Apakah manfaatnya juga beda?

Bagaimana vaksin bisa mencegah penyakit?

Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (entah virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit yang ingin dicegah) yang telah dilemahkan atau mati.

Di dalam tubuh,vaksin bekerja meniru terjadinya infeksi penyakit itu tapi tidak lantas menyebabkan penyakit. Bibit penyakit tersebut akan bergerak menuju kelenjar getah bening terdekat untuk memicu sistem imun membangun dan melatih perlawanan terhadapnya.

Sistem imun akan segera bereaksi dan mempelajari bibit penyakit tersebut untuk membentuk memori atas pola serangan tersebut. Ini kemudian akan membuat tubuh selalu bersiap atas serangan penyakit yang sebenarnya karena sudah “ingat” organisme mana yang berbahaya dan perlu diberantas.

Vaksin dapat diberikan dengan berbagai cara, yaitu disuntik atau diteteskan ke mulut yang disebut juga dengan vaksin oral.

Cara kerja vaksin suntik dan vaksin berbeda

Vaksin tetes berisi bibit penyakit yang masih hidup tetapi dilemahkan, sementara vaksin suntik biasanya berisi virus atau bakteri yang sudah mati.

Jenis virus yang berbeda memberikan manfaat kekebalan berbeda antara vaksin suntik dan vaksin tetes, karena cara kerjanya di dalam tubuh juga akan berbeda.

Kandungan vaksin tetes akan langsung masuk ke dalam saluran cerna untuk merangsang sistem kekebalan tubuh di dalam usus. Ketika ada virus liar yang masuk ke dalam usus, virus tersebut akan diikat dan langsung dimatikan oleh sistem imun tubuh di saluran pencernaan sehingga tidak dapat berkembang biak dan tidak membahayakan ataupun menular ke orang lain. Vaksin tetes juga mencegah virus tidak menyebar ke sistem saraf melalui aliran darah.

Sementara itu, vaksin suntik akan disuntikkan di bawah lapisan kulit atau langsung menuju otot (biasanya di lengan atau paha). Kandungan virus mati ini akan membentuk kekebalan langsung di dalam darah. Bila nantinya ada virus liar masuk ke dalam usus anak yang disuntik vaksin, virus itu masih bisa berkembang biak dalam usus tetapi tidak akan membuat anak sakit karena darahnya sudah mengandung imun virus tersebut. Kekebalan ini hanya berlaku untuk orang yang divaksin saja, sehingga manfaatnya hanya bisa dirasakan untuk dirinya sendiri.

Efek sampingnya juga beda

Cara pemberian vaksin yang tidak sesuai dengan tujuannya dapat mengurangi kemanjuran vaksin dan berisiko meningkatkan reaksi negatif (alergi) pada tubuh.

Vaksin suntik bekerja lebih cepat karena langsung mengenai jaringan otot, tapi bisa menyebabkan kemerahan atau bengkak pada area yang disuntikkan. Sementara itu, vaksin tetes bisa menimbulkan efek samping diare karena vaksin yang diteteskan pada mulut akan mengalir ke sistem pencernaan.

Yang manapun cara pemberiannya dan apapun efek samping yang mungkin ditimbulkan vaksin, imunisasi tetap penting untuk didapatkan. Manfaat vaksin akan selalu lebih besar daripada risikonya. Sebagian besar risiko efek samping vaksin pun tergolong ringan dan mudah diatasi.

Macam-macam vaksin suntik dan vaksin oral

Tergantung dari cara pemberiannya, ada banyak jenis vaksin untuk mencegah berbagai penyakit menular — namun tidak semuanya tersedia di Indonesia, maka pastikan kembali dengan dokter Anda sebelum mendapatkannya.

Vaksin oral

  • Vaksin polio tetes
  • Vaksin RIT 4237 rotavirus, MMU18006, dan lain-lain untuk mencegah penyakit diare disebabkan oleh infeksi rotavirus
  • Vaksin CVD 103-HgR live cholera strain untuk mencegah kolera
  • Vaksin SC602 attenuated Shigella flexneri strain untuk mencegah disentri

Vaksin suntik

  • Vaksin BCG untuk mencegah TBC
  • Vaksin MMR (Campak, Mumps, Rubella)
  • Vaksin demam kuning
  • Vaksin hepatitis A dan B
  • Vaksin DTaP dan Tdap serta Td dan Dt untuk mencegah difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan).
  • Vaksin polio suntik
  • Vaksin flu (Haemophilus Influenzae type B)
  • Vaksin pneumoccocus untuk mencegah penyakit pneumonia dan meningitis
  • Vaksin cacar (cacar air dan herpes zoster/cacar ular)

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

4 Cara Mengatasi Mata Kering, dari Pakai Obat Sampai Cara Alami

Apakah Anda sering mengalami gejala-gejala seperti ada yang mengganjal di mata, mata memerah dan berair, …

%d bloggers like this: