counters
Home / Clomifene / Camostat – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

Camostat – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

Loading...

Obat Apa

Camostat merupakan jenis obat yang tergolong ke dalam serin protease inhibitor. Serin protease sendiri merupakan enzim yang memecah ikatan peptida pada protein. Tingkat kandungan serin protease dalam tubuh menentukan beberapa kasus gangguan kesehatan. Beberapa kasus yang dipengaruhi oleh tingkat kandungan serin protease tersebut seperti tingkat faktor koagulasi yang menentukan diagnosa kondisi trombotik atau hemoragik (pendarahan); serum prostat-antigen spesifik yang digunakan dalam penyaringan kanker prostat, stratifikasi risiko dan pemantauan pasca perawatan; fecal elastase (sejenis enzim) yang digunakan untuk menentukan aktivitas eksokrin (kelenjar yang memproduksi dan mengeluarkan cairan seperti keringat, liur dan lain-lain) dari pankreas seperti cystic fibrosis atau pankreatitis kronis; dan sebagai penanda diagnostik reaksi hipersensitivitas tipe 1.

Obat Camostat ini berperan sebagai inhibitor atau penghalang aktivitas serin protease tersebut. Dengan menghambat kinerja serin protease, obat Camostat dapat mengatasi berbagai penyakit yang memiliki kaitan dengan aktivitas serin protease tersebut. Pada bagian berikutnya akan dijelaskan mengenai dosis, kegunaan dan efek samping dari obat Camostat.

Dosis

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai dosis pemakaian dari obat Camostat. Perlu diingat bahwa bila Anda hendak menggunakan obat ini, terlebih dahulu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional terkait. Hal ini perlu dilakukan agar Anda dapat menggunakan obat ini dengan dosis yang tepat sesuai dengan penyakit dan kondisi kesehatan Anda. Selain itu, konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional lainnya diperlukan guna mengurangi risiko efek samping maupun pengaruh lain yang ditimbulkan dari penggunaan obat tersebut. Dosis yang dipaparkan disini disadur dari MIMS (Monthly Index of Medical Specialities.

  1. Untuk penderita pankreatitis, dosis oral (melalui mulut/ditelan) yang diberikan sebanyak 100 hingga 200 mg tiga kali sehari.
  2. Untuk keperluan pasca operasi refluks esofagitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 100 hingga 200 mg tiga kali sehari.

Kegunaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obat Camostat berperan sebagai inhibitor atau penghambat enzim serin protease. Kemampuannya sebagai penghambat aktivitas serin protease ini terkait dengan beberapa penyakit maupun keperluan medis lainnya. Berikut akan dijelaskan beberapa kegunaan dari obat Camostat ini.

Pankreatitis merupakan jenis gangguan kesehatan yang berupa peradangan pada organ pankreas. Pankreas sendiri merupakan salah satu organ tubuh yang tergolong besar yang letaknya terdapat di belakang perut. Organ ini merupakan salah satu kelenjar endokrin. Pankreas memiliki kegunaan sebagai penghasil beberapa enzim pencernaan dan juga sejumlah hormon. Beberapa jenis enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas antara lain adalah enzim protease (untuk pencernaan protein), enzim amilase (untuk penguraian amilum atau zat pati), enzim lipase (untuk pencernaan lemak) dan beberapa enzim pencernaan lainnya. Beberapa jenis hormon yang dihasilkan oleh pankrease adalah hormon glukagon (hormon yang berperan untuk meningkatkan gula atau glukosa darah bila kadar gula dalam darah rendah) dan hormon insulin (hormon yang berperan untuk menurunkan gula darah bila kadar gula dalam darah terlalu tinggi). Dilihat dari beberapa fungsi pankreas, organ ini sangat penting untuk metabolisme tubuh dan kontrol gula dalam darah.

Penyakit pankreatitis dapat mengganggu kinerja pankreas dalam metabolisme tubuh dan juga kontrol gula darah. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan dan berkelanjutan. Selain itu, salah satu penyebab penyakit pankreatitis yang terbesar adalah batu empedu. Batu empedu sendiri merupakan penyebab tunggal yang paling sering menyebabkan pankreatitis akut. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan merupakan penyebab tunggal yang paling sering menyebabkan pankreatitis kronis. Selain kedua penyebab tersebut, pankreatitis juga dapat disebabkan oleh pengaruh lain seperti efek samping pengobatan, infeksi mikroorganisme dan virus, serta beberapa faktor lain. Beberapa pengobatan yang diduga terkait dengan pankreatitis akut antara lain adalah obat-obatan jenis agen hipoglikemik oral, asam valproik, terapi antiretroviral, diuretik, terapi penggantian hormon atau kontrasepsi oral, inhibitor ACE (angiotensin-converting-enzyme) dan statin.

Cara kerja obat-obatan tersebut terhadap terjadinya pankreatitis masih belum diketahui secara jelas. Namun, untuk obat statin, diperkirakan obat tersebut memiliki efek beracun secara langsung pada pankreas atau melalui akumulasi atau penumpukan metabolit beracun secara jangka panjang. Sementara itu, inhibitor ACE menyebabkan angioedema (pembengkakan pada jaringan atau selaput membran) pada pankreas melalui proses akumulasi bradikinin (sejenis peptida yang menyebabkan pembuluh darah melebar). Obat diuretik memiliki efek beracun langsung pada pankreas dan dapat menyebabkan hipertrigliseridemia dan hiperkalsemia (merupakan faktor risiko batu pankreas). Obat kontrasepsi oral atau terapi penggantian hormon dapat menyebabkan trombosis arteri melalui penumpukan lemak. Obat antiretroviral dapat menyebabkan gangguan metabolisme seperti hiperkolesterolemia dan hiperglikemia, yang mana kedua kondisi kesehatan tersebut mempengaruhi terjadinya pankreatitis. Obat asam valproik kemungkinan memiliki efek beracun langsung pada pankreas. Terdapat beberapa jenis obat agen hipoglikemik oral yang dapat menyebabkan pankreatitis, salah satunya adalah metformin, dan beberapa penyebab lainnya sebagai berikut:

  • Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus penyebab penyakit AIDS) juga dapat penderitanya cenderung terkena pankreatitis.
  • Selain dari pengaruh penggunaan obat-obatan, pankreatitis juga dapat disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan virus.
  • Beberapa mikroorganisme yang dapat menyebabkan pankreatitis antara lain adalah bakteri, fungi dan parasit.
  • Jenis – jenis bakteri yang bertanggungjawab terhadap terjadinya penyakit ini antara lain adalah dari genus/marga Salmonella, Mycoplasma, Leptospira dan Legionella.
  • Sementara itu, jenis – jenis parasit yang dapat menyebabkan pankreatitis antara lain adalah dari genus Toxoplasma, Cryptosporidium dan Ascaris.
  • Jamur yang dapat menyebabkan penyakit pankreatitis berasal dari genus Aspergillus. Beberapa jenis virus yang dapat memicu terjadinya pankreatitis antara lain adalah virus varicella-zoster, virus gondok, virus herpes simpleks, virus hepatitis B, cytomegalovirus dan virus coxsackie.
  • Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan pankreatitis antara lain adalah hipotermia, kalsium darah tinggi, penyakit autoimun dan trauma (luka atau cedera berat).

Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain adalah rasa sakit seperti terbakar yang parah pada bagian atas perut sehingga terasa ke daerah punggung, mual dan muntah. Kemungkinan tekanan darah meningkat dikarenakan pendarahaan atau dehidrasi. Komplikasi dari penyakit pankreatitis ini dapat berujung pada dehidrasi, gula darah tinggi, kalsium darah rendah, systemic inflammatory respons syndrome, syok dan infeksi. Beberapa akibat yang terjadi karena pankreatitis seperti bocornya cairan ke rongga perut, dehidrasi dan kehilangan darah dapat menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, penyakit pankreatitis ini juga dapat memicu komplikasi pernapasan dan beberapa komplikasi lainnya. Obat Camostat dapat digunakan untuk menangani penyakit pankreatitis ini.

  • Keperluan pasca operasi refluks esofagitis

Refluks esofagitis merupakan penyakit berupa kerusakan mukosa esofagus yang menyebabkan isi lambung kembali naik ke atas ke esofagus (kerongkongan). Refluks esofagitis juga dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease atau GERD. Penyakit ini disebabkan karena adanya kegagalan dari sfingter (cincin otot yang berfungsi seperti katup) esofagus bagian bawah. Sfingter tersebut berguna sebagai katup searah, yang mencegah isi lambung seperti enzim, asam lambung dan empedu duodenum (usus duabelas jari) mengarah naik ke kerongkongan.

Cairan – cairan tersebut dapat menyebabkan peradangan pada jaringan esofagus yang sensitif. Beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya GERD ini antara lain adalah obesitas, sindrom Zollinger-Ellison, tingginya kadar kalsium dalam darah, sistemik sklerosis, skleroderma, penggunaan beberapa obat tertentu seperti prednisolone, sindrom Glenard  dan hernia hiatus. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain adalah mulas, muntah, mulut terasa asam, sakit saat menelan, meningkatnya air liur, batuk, sakit pada dada dan mual. Terdapat beberapa cara untuk mengobati penyakit ini salah satunya adalah operasi. Obat Camostat digunakan untuk menekan sindrom maupun efek samping yang dapat ditimbulkan pasca operasi refluks esofagitis atau GERD.

Efek Samping

Seperti halnya berbagai obat-obatan medis modern lainnya, obat Camostat tidak terlepas dari efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat Camostat ini antara lain adalah:

  1. Disfungsi hati
  2. Gangguan pada darah
  3. Gangguan pencernaan
  4. Gangguan tidur
  5. Sakit kepala
  6. Pusing
  7. Kelelahan
  8. Reaksi hipersensitivitas
  9. Gangguan indera pengecap
  10. Sindrom Stevens-Johnson
  11. Pruritus
  12. Ruam
  13. Miositis
  14. Parestesia
  15. Mialgia
  16. Rhabdomyolysis (kerusakan otot)

Demikianlah penjelasan mengenai obat Camostat beserta dosis, kegunaan dan efek sampingnya. Semoga penjelasan tersebut menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi Anda.

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.