counters
Home / bir / Menyingkap 4 Efek Alkohol Pada Fungsi Otak Manusia

Menyingkap 4 Efek Alkohol Pada Fungsi Otak Manusia

Loading...

Minuman beralkohol merupakan jenis minuman yang mengandung bahan aktif alkohol. Alkohol sendiri adalah hasil fermentasi gula dari buah (anggur), jagung, atau gandum. Minum alkohol sesekali sebenarnya tidak apa-apa, tubuh Anda mampu menghilangkan efek alkohol yang berbahaya bila Anda minum secukupnya.

Akan tetapi, minuman beralkohol dikenal dengan efeknya terhadap fungsi serta cara kerja otak. Ya, konsumsi alkohol berkaitan dengan munculnya gejala kesulitan berpikir seperti linglung, pikiran tidak logis, dan tidak bisa mengambil keputusan. Dalam jangka panjang, efek alkohol juga bisa mengganggu kesehatan dan fungsi otak yang lebih serius.

Efek alkohol pada otak manusia

Alkohol adalah zat yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat sendiri berada di otak dan bertugas dalam menjalankan berbagai fungsi tubuh yang penting. Karena itu, Anda tak bisa meremehkan efek alkohol pada otak. Lebih jelasnya, simak empat dampak minuman beralkohol berikut ini.

1. Merubah susunan kimia otak

Efek relaksasi (menenangkan) yang ditimbulkan alkohol dihasilkan akibat perubahan kimia otak. Namun, ketika Anda minum alkohol kebanyakan dan dalam kadar yang tinggi, alkohol justru bisa memicu perilaku agresif.

Gangguan perilaku ini bisa terjadi akibat tidak stabilnya neurotransmiter, yaitu zat kimia yang bertugas mengantarkan pesan antar saraf. Ya, neurotransmiter bisa jadi kacau sebagai efek alkohol pada tubuh.

2. Meningkatkan risiko gangguan mood

Minum alkohol setiap hari meningkatkan risiko depresi. Depresi terjadi saat ada gangguan fungsi otak dalam mengatur mood dan emosi. Gangguan mood akibat sering minum alkohol juga menyebabkan otak sulit mengatur waktu untuk tidur dan keseimbangan energi tubuh.

3. Memicu psikosis dan perilaku berisiko

Otak normalnya memiliki mekanisme dan kemampuan untuk mencegah perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri. Namun, kemampuan ini bisa terganggu sebagai efek alkohol. Anda pun jadi tidak pikir panjang dan cenderung melakukan hal-hal yang berbahaya seperti mengemudi ugal-ugalan atau berhubungan seks tanpa pengaman.

Jika sudah mabuk berat, Anda juga mungkin mulai mengalami gejala-gejala psikosis seperti bicara meracau dan berhalusinasi.

4. Kerusakan otak, khususnya bagian yang mengatur ingatan

Kebanyakan minum alkohol bisa menyebabkan otak berhenti memproses dan menyimpan informasi baru ke dalam ingatan. Itulah sebabnya setelah tersadar dari mabuk, Anda tidak dapat mengingat dengan baik.

Hal tersebut juga menunjukan bahwa sel otak telah mengalami kerusakan sebagai efek alkohol. Bila ini sering terjadi, kerusakan sel otak akan menjadi lebih serius. Akibatnya Anda jadi tidak dapat mengingat dengan baik, meskipun sudah tidak minum alkohol lagi.

sirosis hati alkoholik, penyakit hati akibat minum alkohol sirosis alkoholik

Efek alkohol pada otak berdasarkan seberapa sering Anda minum

Alkohol pada umumnya bekerja dengan menurunkan kerja sistem saraf pusat untuk berpikir, menggerakan otot, dan berbicara. Seberapa besar efek alkohol tentu saja berbeda-beda pada setiap orang. Ini tergantung berapa banyak alkohol yang diminum dan seberapa sering Anda minum. Perhatikan perbandingannya di bawah ini.

Minum alkohol sesekali saja

Anda mungkin hanya akan minum alkohol ketika ada acara atau pesta, tidak setiap hari atau setiap minggu. Nah, jika Anda tergolong sebagai orang yang hanya sesekali minum alkohol, Anda mungkin hanya akan merasakan efek jangka pendek dari konsumsi alkohol.

Setelah minum, Anda mungkin jadi sulit berpikir dan agak lemas karena aktivitas otak menurun dan otot-otot melemas. Bila Anda sudah merasa kliyengan, mual, atau tidak nyaman, jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin sampai Anda merasa lebih baik.

Minum alkohol setiap hari

Bila Anda minum segelas alkohol setiap hari, efek alkohol pada otak kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan minum alkohol sesekali saja. Namun, Anda jadi lebih rentan terhadap depresi atau kalau Anda memang sudah didiagnosis dengan depresi, gejalanya bisa jadi bertambah parah.

Pemabuk

Seorang pemabuk minum alkohol bergelas-gelas (atau bahkan beberapa botol) dalam sehari, dan kebiasaan ini sudah dilakukan dalam jangka waktu lama.

Gangguan otak pada pemabuk sudah bukan disebabkan oleh pola konsumsi ataupun ketergantungan alkohol, melainkan akibat kerusakan otak itu sendiri. Pada pemabuk, kerap terjadi penurunan massa otak. Hal ini berdampak pada kerusakan beberapa bagian otak yang berperan dalam proses berpikir, mengingat, memproses informasi, mengolah emosi, serta bagian otak lain yang berkaitan dengan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

Diet Jelly serta Manfaat dan Bahayanya untuk Menurunkan Berat Badan

Diet jelly adalah salah satu cara cepat menurunkan berat badan tanpa perlu repot. Sesuai dengan …