counters
Home / cara mencegah diabetes / 5 Fakta Penting Tentang Diabetes Pada Wanita • Hello Sehat

5 Fakta Penting Tentang Diabetes Pada Wanita • Hello Sehat

Loading...

Diabetes atau yang juga dikenal dengan kencing manis adalah penyakit kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang berpengaruh pada banyak organ dalam tubuh.

Diabetes dapat memengaruhi pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Simak fakta-fakta penting lainnya tentang diabetes pada wanita dalam artikel ini.

1. Angka kematian diabetes pada wanita lebih tinggi dibanding pria

Menurut penelitian pada Annals of Internal Medicine, diketahui bahwa angka kematian pria dengan diabetes antara tahun 1971 dan 2000 mengalami penurunan. Dalam penelitian yang sama, angka kematian pada wanita dengan diabetes justru tidak menunjukkan perbaikan yang berarti. Sebagai tambahan, perbedaan angka kematian di antara wanita dengan diabetes dan mereka yang tidak memiliki diabetes bahkan lebih berlipat ganda.

Selain perbedaan fisiologi antara pria dan wanita, para peneliti juga percaya bahwa hal ini disebabkan karena perpaduan dari berbagai macam faktor yang meliputi:

  • Komplikasi diabetes pada wanita lebih sulit didiagnosis.
  • Wanita lebih sering memiliki berbagai jenis penyakit jantung dibanding pria.
  • Perbedaan hormon dan respon peradangan yang bekerja secara berbeda dibanding pria.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sebagai suatu kelompok, dokter melakukan pengobatan secara berbeda antara pria dan wanita untuk faktor risiko penyakit kardiovaskular dan kondisi lain yang berhubungan dengan diabetes. Nah, perbedaan dalam pengobatan inilah yang berdampak buruk bagi wanita.

2. Wanita obesitas rentan terkena diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi munculnya diabetes selama masa kehamilan. Kondisi ini biasanya menyerang wanita yang memiliki riwayat diabetes, berat badan berlebih (obesitas), serta berusia di atas 30 tahun. Namun, wanita yang tidak memiliki riwayat diabetes juga bisa terkena kondisi ini.

Diabetes gestasional terjadi akibat perubahan metabolisme tubuh karena pengaruh hormon selama masa kehamilan. Sama seperti jenis diabetes lainnya, diabetes gestasional dapat memengaruhi kadar glukosa Anda. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes gestasional dapat berdampak buruk pada Anda dan kesehatan janin di dalam kandungan.

3. Wanita yang memiliki diabetes berisiko tinggi terkena penyakit jantung

Menurut Marianne Legato, MD, FACP direktur bidang kerja sama Universitas Columbia wanita memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Namun, ketika wanita sudah terkena diabetes, mereka 6 kali berisiko terkena penyakit jantung. Sebuah studi lain yang diterbitkan dalam jurnal European Heart pada tahun 2007 juga menemukan bahwa wanita diabetes berisiko tinggi terkena serangan jantung.

4. Diabetes memengaruhi kehidupan seksual wanita

Seks memang baik untuk orang-orang dengan diabetes. Pasalnya, seks mampu memperlancar aliran darah, membantu Anda tidur, dan meningkatkan suasana hati. Namun sebanyak 35 persen wanita yang mengalami diabetes mengaku mengalami masalah seksual saat berhubungan dengan pasangannya.

Memiliki kadar glukosa dalam darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi mungkin dapat menyebabkan Anda merasa lebih lelah atau lesu. Dalam beberapa kasus, hal ini juga membuat Anda merasa tidak bergairah untuk melakukan hubungan seksual.

Selain itu, kerusakan saraf akibat diabetes juga dapat memperlambat aliran darah ke jaringan vagina. Akibatnya, Anda lebih rentan mengalami berbagai masalah seksual seperti vagina kering, infeksi vagina, hingga masalah orgasme.

5. Diabetes pada wanita dapat dicegah

Diabetes pada wanita mungkin cenderung lebih buruk dibanding pada pria. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah kondisi ini. Terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes. Pada dasarnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Mulailah dari hal sederhana seperti memerhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jahat. Bila perlu, gantti asupan gula Anda dengan pemanis rendah kalori. Selain itu, pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks serta lemak baik dari buah, sayur-sayuran, serta biji-bijian.

Perubahan gaya hidup lainnya yang tidak kalah penting di antaranya:

  • Menjaga berat badan
  • Berheti merokok
  • Rajin olahraga dan aktif bergerak
  • Rutin cek gula darah

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

5 Aktivitas Sehari-Hari yang Mampu Mengurangi Risiko Demensia

Demensia adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Gejala demensia adalah …