counters
Home / bahaya ganti pasangan seks / Ganti Pasangan Berarti Juga Harus Ganti KB Spiral. Apa Benar?

Ganti Pasangan Berarti Juga Harus Ganti KB Spiral. Apa Benar?

Loading...

KB spiral (IUD) adalah alat kontrasepsi yang dipasang di rahim wanita. Alat KB ini bisa efektif mencegah kehamilan hingga 5 sampai 10 tahun setelah Anda pasang pertama kali. Mitosnya, wanita yang sudah pakai KB spiral kalau ganti pasangan KB spiralnya juga harus ikut diganti. Apa benar?

Benarkah ganti pasangan berarti juga harus ganti KB spiral?

Menurut American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG), KB spiral adalah salah satu alat pencegah kehamilan yang efektif. Kira-kira hanya satu dari 100 wanita yang dilaporkan kebobolan hamil saat pakai alat kontrasepsi ini.

Nah, apa benar bila Anda ganti pasangan seks, KB spiral yang dipakai juga harus diganti? Tidak benar. Itu hanya mitos. Tidak ada anjuran dari pakar kesehatan atau bukti dari studi ilmiah yang menyarankan Anda harus ganti KB spiral kalau Anda ganti pasangan seks.

Mitos ini berawal dari informasi keliru yang beredar di masyarakat seputar KB spiral. KB spiral dulu lebih banyak digunakan oleh wanita yang punya pasangan seks lebih dari satu orang. Lalu mereka menganggap ketika ganti pasangan namun tidak dibarengi dengan ganti KB spiral, ini akan menyebabkan penyakit radang panggul.

Radang panggul adalah komplikasi penyakit kelamin menular

Kenyataannya, penyakit radang panggul yang mereka alami adalah sebuah gejala dari penyakit menular seksual. Dahulu, kurangnya informasi tentang risiko terkena penyakit menular seksual tentang gonta ganti pasangan belum sepenuhnya diterima dan diketahui masyarakat. Ini juga karena mereka mengira bahwa cukup dengan pasang KB spiral saja sudah bisa mencegah risiko penyakit seksual menular. Padahal tidak.

KB spiral hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan. Kehamilan bahkan langsung dapat dicegah setelah pertama kali Anda memasangnya, dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun tanpa harus gonta-ganti alat atau isi ulang resep. Namun jika Anda ingin sekaligus mencegah risiko tertular penyakit kelamin, Anda tetap perlu pakai kondom saat berhubungan seks meski sedang pakai KB spiral.

Efek samping pakai KB spiral

Mitos ganti pasangan berarti juga ganti KB spiral telah dinyatakan tidak benar kebenarannya. Lalu, penyakit radang panggul yang dirasakan para wanita itu bisa diakibatkan dua hal, yakni karena efek samping pemakaian IUD dan gejala penyakit menular seksual seperti yang telah disinggung di atas. Simak beberapa efek samping bila Anda pasang KB spiral:

1. Penyakit radang panggul

Risiko mengalami radang panggul murni dari penggunaan KB spiral (bukan dari komplikasi penyakit kelamin) sebenarnya kecil. Anda mungkin bisa terserang penyakit ini karena mengalami infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim saat pasang KB. Biasanya infeksi terjadi dalam kurun waktu 20 hari pertama setelah pasang.

2. KB spiral bergeser

KB spiral bisa bergeser posisi di dalam rahim. Biasanya, Anda akan menyadari KB Anda sudah pindah tempat ketika Anda merasa sakit saat berhubungan seks (padahal sejauh ini tidak pernah begitu), keputihan yang cukup banyak, atau kram perut hebat yang berlangsung cukup lama.

Anda juga bisa menyadari IUD bergeser lokasi ketika tali KB yang menggantung tiba-tiba jadi lebih panjang atau pendek dari biasanya, atau bahkan tiba-tiba hilang seperti “tertelan” oleh vagina.

Jika sudah terlanjur geser, KB harus dikeluarkan dan dipasang kembali ke tempat yang benar oleh dokter. Posisi IUD yang bergeser, entah sebagian atau seluruhnya hingga keluar dari rahim, dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.Selain itu, letak IUD yang melenceng juga bisa menimbulkan beberapa komplikasi kesehatan yang cukup serius, seperti radang panggul.

Untuk menghindari risiko pergeseran ini, Anda perlu rutin periksa ke dokter atau bidan setelah pasang KB pertama kali.

3. Efek samping umum lainnya

  • Anda berisiko mengalami perdarahan tidak teratur selama beberapa bulan pertama setelah pasang
  • Pasang KB spiral bisa bikin perut kram
  • Pasang KB spiral hormonal bisa bikin menstruasi jadi lebih singkat atau sama sekali tidak menstruasi
  • Beberapa hari setelah pasang akan muncul gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat

Cegah penyakit menular seksual dengan tidak gonta ganti pasangan

Bila Anda merasakan gejala sakit panggul setelah berganti pasangan, itu bukan berarti Anda harus ganti KB spiral. Radang panggul merupakan suatu faktor risiko yang terjadi bila Anda mengidap penyakit menular seksual.

Maka, untuk mencegah penyakit seks menular, Anda harus menggunakan kondom, tidak melakukan hubungan seks atau bahkan tidak berganti-ganti pasangan. KB spiral yang Anda gunakan hanya berguna untuk mencegah kehamilan saja. Gunakan kondom dan alat kontrasepsi seperti KB spiral untuk mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual.

Baca Juga:

Loading...

>> Sumber Informasi

About admin

Infokes adalah kumpulan informasi seputar dunia kesehatan dan sosial yang di ambil dari berbagai macam sumber.

Check Also

5 Aktivitas Sehari-Hari yang Mampu Mengurangi Risiko Demensia

Demensia adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Gejala demensia adalah …